Popular posts

Powered by Blogger.

Blog Archive

Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Wedang Coro

Tuesday, February 19, 2013
Posted by Unknown

Mungkin sebagian orang terasa kurang akrab ditelinga dengan minuman tradisional yang satu ini. Namun masyarakat Pati sangat akrab dengan minuman ini apalagi jika diminum saat musim hujan.
Ya, minuman tradisional ‘Wedang Coro’ adalah minuman hangat yang sangat khas di Kabupaten Pati. Sekilas namanya mirip dengan nama minuman dari Kota Jepara yaitu Jamu Adon-adon Coro tapi sebenarnya tidak ada persamaannya, bahkan berbeda sekali bahan-bahannya dan rasanya.
Wedang Coro jika di terjemahkan berdasarkan bahasa artinya Wedang (bahasa Jawa) artinya adalah Minuman sedangkan Coro (bahasa Jawa) artinya adalah Cara, maka jika diterjemahkan secara istilah artinya pembuatan minuman dengan melalui beberapa cara/tahapan.
Adapun bahan pembuatan minuman wedang coro ini adalah air, santan kelapa, gula pasir, serai yang dimemarkan, kunyit, kayu secang, jahe yang dimemarkan dan biji cengkeh. Selanjutnya semua bahan dicampur semua untuk direbus dengan api yang sedikit kecil hingga mendidih sampai aroma rempahnya keluar selama kurang lebih 1 jam. Dan untuk diminum, rebusan bahan tadi harus disaring terlebih dulu.

Petis Kambing Runting

Petis Runting adalah olahan masakan berbahan baku kambing sangat beragam. Olahan yang paling kerap dikenal masyarakat adalah sate, gulai, tongseng, kambing guling, nasi goreng kambing, sop kaki kambing, dan sumsum kambing. Ada satu makanan tradisonal berbahan olahan kambing yang belum banyak didengar atau dinikmati, yaitu petis kambing atau petis runting. Makanan itu merupakan masakan khas Desa Runting, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati.

Sajian petis runting cukup sederhana. Seporsi petis runting berisi tulang dan iga kambing yang menyisakan daging dan kadangkala dikombinasikan dengan jeroan atau gajih (lemak) kambing. Tulang-tulang itu berasal dari kambing muda sehingga kerap kali penikmat petis runting dimanjakan dengan gurihnya sumsum di dalam tulang. 
Sekilas, sajian petis kambing mirip tengkleng Solo, sedangkan kuahnya mirip gulai bersantan kental. Bedanya kuah petis lebih kental, berwarna coklat gelap, dan ketika diseruput di lidah berasa ada butiran-butiran lunak yang gurih.

Hal itu tidak mengherankan lantaran kuah petis kambing merupakan kombinasi antara bumbu dampur, santan, dan tepung beras. Komposisi kuah itu antara lain gula merah, daun jeruk, bawang merah, bawang putih, cabai merah, kunyit, kemiri, ketumbar, kencur, garam, dan terasi.

Bandeng Presto Juwana


Apabila Anda penggemar kuliner dari ikan, pastinya pernah mendengar nama makanan bandeng presto. Ya, ikan bandeng yang dimasak dengan uap air bertekanan tinggi sehingga durinya menjadi lunak ini merupakan salah satu kuliner khas Pati.
Ikan yang dibumbui bawang putih, kunyit dan garam ini mulai diperkenalkan sekitar tahun 70-an, dan mendapat sambutan yang hangat dari para penggemar kuliner ikan khususnya. Sebab, duri yang selama ini menggangu kenikmatan saat menyantap ikan, kini dapat ikut dimakan bersama dengan daging ikan tersebut.
Jadi, jika berkunjung ke Pati, maka dengan mudah Anda akan menemukan sekali toko-toko yang menjual ikan bandeng presto ini. Ikan-ikan tersebut sudah dimasak namun masih dalam keadaan setengah matang. Bandeng presto ini juga tersedia dalam beberapa jenis yang sesuai pilihan Anda, seperti bandeng presto tulang lunakbandeng presto berbalut telurbandeng presto BBQ, dan bandeng presto lainnya.
Industri bandeng presto di Pati banyak terdapat di Kecamatan Juwana. Kelezatan dan ketenaran ikan bandeng presto ini cukup dikenal luas tidak hanya di Jawa Tengah saja, melainkan ke seluruh pelosok pecinta kuliner di Tanah Air.