KANKER TULANG MENGGANAS, KELUARGA PENDERITA BUTUH BANTUAN
| Senin, 18 Pebruari 2013 15:48 |
Kondisi Dani Setyawan, anak pasangan Sudarso (52 tahun) dan Umi (42 tahun) warga Dukuh Tebu Desa Gesengan Kecamatan Cluwak, semakin menderita. Kanker tulang ganas yang menggerogoti dibagian paha menjalan ke bagian tangan. Selain itu, anak berusia 15 tahun ini, juga menderita kekurangan faktor pembekuan darah (hemofilia).
Menurut dokter RSI Margoyoso, dr Budi Setyawan, untuk kali kedua dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas, Dani Setyawan kembali menjalani perawatan di RSI. Karena di RSI tidak ada dokter spesialis yang menangani penderitaannya, sehingga Dani harus dirujuk ke RSUP Karyadi Semarang. Hanya saja keluarga keberatan, karena tidak lagi memiliki biaya untuk ongkos ke rumah sakit rujukan di Semarang.
“Itu kan tumor ganas tulang di paha yang sekarang menjalar ke tangan, dengan hemofilia. Dia sudah dua kali di RSI dan RSUD Soewondo sekali. Itu memang harus dirujuk ke Semarang, RS di Pati tidak dapat mengatasi, karena yang ada dokter super spesialisnya hanya di RSUP Karyadi Semarang,” katanya. Beberapa hari lalu, Dani Setyawan kembali menjalani perawatan di RSI, karena mengalami pendarahan yang tidak dapat dihentikan, akibat hemofilia. Kedua orang tua Dani Setyawan, berharap ada dermawan yang membantunnya, untuk biaya membawa anaknya kerumah sakit rujukan, RSUP Karyadi Semarang. Menurut dr Budi Setyawan, berdasarakan diagnosa medis bocah tersebut memang sebelumnya dipastikan menderita tumor ganas tulang atau Malignan Esteogenik Tumor. Seiring perjalanan waktu, Dani ternyata juga menderita hemofilia. Ini diketahui ketika kedua orang tuanya kembali membawanya ke RSI, setelah luka dibagian tanganya terus mengeluarkan darah.
sumber : pasfmpati.com
|
HINDARI PENYIMPANGAN PENGELOLAAN ANGGARAN SKPD TEKEN PAKTA
| Senin, 18 Pebruari 2013 18:37 |
Penandatanganan pakta integritas tersebut, diharapkan menjadi pedoman SKPD dalam melaksanakan program kerjanya yang telah disusun di dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun ini.
Bupati Pati, Haryanto berharap, pakta integritas yang ditandatangani tersebut, menjadi rambu-rambu setiap pimpinan SKPD diwilayahnya, dalam mengimplementasikan program dan kegiatan yang telah dirancang didalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2013, sesuai fungsi dan kewenangannya.
“Dengan harapan agar tidak menyimpang dari pada pelaksanaan yang telah ditentukan, sehingga apabila sama-sama menandatangani pakta integritas itu sebagai bentuk tanggungjawab dari masing-masing SKPD,” ujarnya. Penandatanganan pakta integritas itu dilakukan bersamaan dengan penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) yang pada tahun ini akan melaksanakan 584 program dan 2.409 kegiatan yang tersebar di 48 SKPD. Untuk membiayai program dan kegiatan itu, Pemkab Pati telah menyiapkan anggaran melalui pos belanja daerah senilai lebih dari Rp. 1,775 triliyun.
sumber : pasfmpati.com
|
PRODUSEN GARAM KONSUMSI BERYODIUM DIMINTA PENUHI STANDART
| Selasa, 19 Pebruari 2013 17:34 |
pasfmpati.com (Pati, Kota) - Perusahaan garam di wilayah Kabupaten Pati, diminta untuk memenuhi kandungan yodium dalam garam yang diproduksinya. Karena sesuai ketentuan yang mengatur tentang garam konsumsi beryodium, pelanggaran terhadap aturan itu, bisa dikenai sanksi hukum.
Di Kabupaten Pati hingga sekarang, ada sekitar 91 perusahaan produksi garam. Namun sebagian, kandungan yodium hasil produksinya masih jauh dari standart. Kepala Kantor Satpol PP Pati, Suhud berharap, berdasarkan temuan dilapangan, pengusaha garam di Pati segera memenuhi kadar yodium pada garam hasil produksinya. Karena sekarang masih ada produksi garam yang kandungan yodiumnya dibawah ketentuan. “Pengawasan secara langsung di dua kecamatan. Dari hasil kegiatan itu, memang ada beberapa pengusaha yang belum memenuhi standart produksi garamnya,” katanya. Dari temuan dilapangan itu, Kepala Satpol PP, Suhud berharap, tidak ada lagi pengusaha garam di Pati yang berurusan dengan aparat penegak hukum, hanya gara-gara kadar yodium pada garam produksinya tidak memenuhi standart yang dipersyaratkan. Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, garam beryodium, merupakan garam yang telah diperkaya dengan yodium, yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan kecerdasan. Garam beryodium sesuai standar nasional Indonesia (SNI) yang digunakan sebagai garam konsumsi, harus memenuhi kadar yodium sebesar 30 – 80 ppm.
sumber : pasfmpati.com
|
KETUA PMI PATI KUNJUNGI KELUARGA KORBAN TERSAMBAR PETIR
| Selasa, 19 Pebruari 2013 17:35 |
Pemberian bantuan dari PMI Pati tersebut, untuk meringankan beban keluarga atas musbah yang menimpa Marsi yang menjadi korban sambaran petir hingga tewas. Peristiwa itu, terjadi di areal persawahan turut Dukuh Mbombong, Selasa pekan lalu, 12 Februari 2013. Bupati Haryanto menjelaskan, kedatangannya ke rumah keluarga korban, selain untuk menyampaikan rasa duka cita, sekaligus memberikan bantuan dari PMI, untuk meringankan beban keluarga korban. “Ini merupakan kewajiban saya sebagai Ketua PMI, disaat terjadi musibah untuk datang dan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah. Dan setiap ada musibah saya selalu hadir untuk memberikan bantuan,” kata Haryanto. Menurut Karno, suami Almarhumah Marsi, saat kejadian ia bersama istrinya sedang berada di tengah sawah. untuk persiapan memanen padi hasil garapannya. Meski gerimis turun, ia dan Marsi tetap meneruskan pekerjaannya. Sekitar pukul 14.00, tiba- tiba petir menyambar di areal sawah mereka, dan mengenai Marsi. Seketika itu, Marsi tewas di lokasi, akibat sambaran petir. Sementara Karno yang berada disebelah Marsi, sempat pingsan, tanpa mengalami luka sedikit pun. Karno didampingi anggota keluarganya berterima kasih pada Haryanto beserta rombongan yang telah mengunjungi rumahnya untuk menyampaikan belasungkawa, meskipun istrinya telah dimakamkan pada Rabu lalu, 13 Februari 2013. “Saya sekeluarga berterima kasih, karena Bapak Bupati bersedia berbela sungkawa atas meninggalnya istri saya. Yang kedua saya berterima kasih karena bisa bertemu langsung dengan Pak Haryanto”, kata Karno dengan bahasa Jawa. Bantuan yang diberikan kepada keluarga korban tersambar petir dari PMI Pati, berupa Sembako kit yang berisi beras, mie instan, susu kaleng, gula, minyak goreng, dan keperluan keluarga lainnya.
Sumber : pasfmpati.com
|
TABRAKAN DI JALUR PANTURA PATI JUWANA, SEORANG LUKA-LUKA
| Selasa, 19 Pebruari 2013 17:39 |
Korban luka-luka dalam kecelakaan yang terjadi di Jalur Pantura Pati-Juwana KM 3 turut Desa Sugiharjo Kec Pati ini, bernama Tiwi berumur 25 tahun, warga setempat. Korban mengalami luka-luka dibagian kepala dan patah tulang kaki. Menurut saksi mata, Nurminto, kecelakaan diduga terjadi akibat mobil Avanza bernopol H 8826 LR yang dikemudikan Dwi Sugeng warga Semarang kurang hati-hati saat menyalip mobil di depannya. Karena saat mendahului, dia tidak melihat korban yang mengendarai sepeda motor honda vario K-4411-G hendak menyeberang ke arah kanan jalan. Karena jarak yang sudah dekat kecelakaan tidak dapat dihindari. “Korban seorang perempuan, karena terluka dia langsung dibawa ke RSUD RAA Soewondo Pati,” ujarnya. Akibat, tabrakan itu, lalulintas di Jalur Pantura Pati sempat tersendat beberapa saat. Sementara Dwi Sugeng, pengendara mobil Avanza dibawa ke Unit Laka Lantas Polres Pati, untuk dimintai keterangannya, terkait peristiwa tabrakan yang melibatkan dirinya. sumber : pasfmpati.com |
Wedang Coro
Mungkin sebagian orang terasa kurang akrab ditelinga dengan minuman tradisional yang satu ini. Namun masyarakat Pati sangat akrab dengan minuman ini apalagi jika diminum saat musim hujan.
Ya, minuman tradisional ‘Wedang Coro’ adalah minuman hangat yang sangat khas di Kabupaten Pati. Sekilas namanya mirip dengan nama minuman dari Kota Jepara yaitu Jamu Adon-adon Coro tapi sebenarnya tidak ada persamaannya, bahkan berbeda sekali bahan-bahannya dan rasanya.
Wedang Coro jika di terjemahkan berdasarkan bahasa artinya Wedang (bahasa Jawa) artinya adalah Minuman sedangkan Coro (bahasa Jawa) artinya adalah Cara, maka jika diterjemahkan secara istilah artinya pembuatan minuman dengan melalui beberapa cara/tahapan.
Adapun bahan pembuatan minuman wedang coro ini adalah air, santan kelapa, gula pasir, serai yang dimemarkan, kunyit, kayu secang, jahe yang dimemarkan dan biji cengkeh. Selanjutnya semua bahan dicampur semua untuk direbus dengan api yang sedikit kecil hingga mendidih sampai aroma rempahnya keluar selama kurang lebih 1 jam. Dan untuk diminum, rebusan bahan tadi harus disaring terlebih dulu.
Petis Kambing Runting
Sajian petis runting cukup sederhana. Seporsi petis runting berisi tulang dan iga kambing yang menyisakan daging dan kadangkala dikombinasikan dengan jeroan atau gajih (lemak) kambing. Tulang-tulang itu berasal dari kambing muda sehingga kerap kali penikmat petis runting dimanjakan dengan gurihnya sumsum di dalam tulang.
Sekilas, sajian petis kambing mirip tengkleng Solo, sedangkan kuahnya mirip gulai bersantan kental. Bedanya kuah petis lebih kental, berwarna coklat gelap, dan ketika diseruput di lidah berasa ada butiran-butiran lunak yang gurih.
Hal itu tidak mengherankan lantaran kuah petis kambing merupakan kombinasi antara bumbu dampur, santan, dan tepung beras. Komposisi kuah itu antara lain gula merah, daun jeruk, bawang merah, bawang putih, cabai merah, kunyit, kemiri, ketumbar, kencur, garam, dan terasi.
